Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2024

Still In Dark

Masih Dalam Kegelapan - 01 Pengunjung - Ketika Zayne pertama kali muncul, Georgie berpikir dia telah melihat Sang Pencabut Nyawa. Dia dan ibunya bersembunyi di sudut tanpa jalan keluar, dikejar tanpa henti oleh sebuah monster. Mengeluarkan auman yang mengerikan, makhluk itu mendekati mereka. Makhluk itu mengenakan pakaian manusia dan memiliki rupa yang mirip manusia, tetapi kulitnya yang berurat membengkak dengan mengerikan. Pupillanya bersinar biru yang jahat dan tidak alami; auranya sama sekali tidak seperti manusia. Tiba-tiba, ibunya mendorong Georgie menjauh. Dengan segenap tenaga, dia memeluk monster itu. Dan dari bawah kulitnya, muncul tentakel aneh yang menyerupai kait biru yang menyeramkan. Tentakel itu menancap ke tubuhnya. Melalui air mata yang mengaburkan penglihatannya, Georgie melihat sebuah sosok hitam memasuki lorong. Seperti awan yang terbelah, cahaya bulan yang dingin menyinari mantel hitam orang tersebut. Dia mendekat, wajahnya tanpa ekspresi. Sebuah belati tajam dala...

Never Ending Winter

Musim Dingin yang Tak Berujung   - 01 Terangnya Malam Seperti Siang - Semua yang dilihat Zayne hanyalah dunia yang dipenuhi es dan salju. Dia melangkahi puluhan mayat, darah masih menetes dari tangannya. Dengan satu gerakan, kristal gelap menusuk beberapa orang lain yang masih berjuang. Tidak ada teriakan. Begitu hening sehingga hanya suara langkah kakinya sendiri yang terdengar. Hanya ada seorang anak kecil yang gemetaran. Zayne berdiri di depannya, bayangannya membayang di wajah anak itu yang berlumuran darah. Takut, anak itu diam saja. Dia hanya bisa menatap Zayne dengan mata lebar yang berkilau. Setelah beberapa saat hening, angin mulai bertiup. Zayne mengangkat tangannya, kristal gelap sekali lagi terbentuk di telapak tangannya— "Hadirin sekalian, kami akan tiba di Bandara Miran dalam 30 menit. Harap pasang sabuk pengaman Anda..." Setelah pengumuman yang terdengar sedikit mekanis itu, Zayne membuka matanya. Tidak ada salju, tidak ada kematian. Semuanya begitu damai d...

A Pure White Heart

- 01 Dr. Zayne yang Legendaris - Kantor itu tampak besar di depan John. Mengatakan bahwa dia gugup itu masih kurang. Sejak pertama magang di Akso Hospital, dia sudah mendengar rumor tentang kepala bedah, Dr. Zayne. Kata mereka, dia orang yang super dingin. Dia tidak pernah mengobrol dengan anak magang kecuali tentang kerja. Jika dia tau kau membuat kesalahan, habislah kau. Selain itu, dia tidak pernah bergaul dengan rekan-rekannya di luar kerja. Dia hidup di kantornya dan tidak punya teman. Yang dia lakukan hanyalah kerja, seperti mesin bedah tanpa sedikit pun sisi kemanusiaan. Katanya Zayne juga tau cara terbaik untuk mendapatkan hatimu. Serius. Dia itu ahli bedah jantung terbaik di Kota Linkon, bahkan di bidang medis. Itulah mengapa, meskipun takut dengan dia, anak-anak magang juga berharap bisa belajar dari dia. John salah satunya. Waktu dia sadar ditempatkan di divisi bedah jantung minggu ini, dia sangat antusias dan gugup hingga tidak bisa tidur selama dua hari. Sekarang dia ...